Flutter vs React Native: APK-nya Berapa Sih? (Data 2025-2026)

Flutter vs React Native: APK-nya Berapa Sih? (Data 2025-2026)
**Ternyata bedanya 25%! Cek data sebelum kamu pilih framework pertama kamu.** π±
---
Waktu saya mulai belajar mobile development, pertanyaan pertama saya: *"Flutter atau React Native? Yang mana APK-nya lebih gede?"*
Soalnya di Indonesia, internet gak selalu kencang. APK gede = download lama = users kabur.
Jadi saya cari tau. Dan hasilnya... ternyata lumayan beda.
---
Mana yang Lebih Besar?
Berdasarkan benchmark terbaru 2025-2026, **React Native menghasilkan APK yang lebih besar** dari Flutter.
Untuk aplikasi Android sederhana dengan fitur minimal, perbedaannya cukup signifikan.
---
Data Perbandingan (Angka Sebenarnya)
Berikut ukuran APK release untuk aplikasi sederhana:
| Framework | Ukuran APK Release | Selisih |
|-----------|-------------------|---------|
| Flutter | 41.6 MB | Baseline |
| React Native (dengan Expo) | 52.1 MB | +10.5 MB (+25%) |
React Native sekitar **25% lebih besar** dari Flutter untuk fitur yang sama.
---
Sebagai Petroleum Engineer yang Baru Serius Belajar Dev...
Angka-angka ini bikin saya mikir twice.
Flutter 41.6 MB vs React Native 52.1 MB - selisih 10 MB kedengarannya kecil, tapi untuk user dengan kuota terbatas, ini bener-berasa.
Terutama di Indonesia. Banyak user yang:
- Download di WiFi kantor/sekolah
- Pakai data seluler yang terbatas
- Tinggal di area dengan koneksi gak stabil
10 MB bisa jadi beda antara "download sekarang" vs "download nanti kalau lagi WiFi" (yang kadang artinya: gak pernah download).
---
Kenapa React Native Lebih Besar?
Beberapa faktor yang membuat ukuran APK React Native lebih besar:
- **Bundle runtime Expo** menambah ukuran baseline yang signifikan
- **JavaScript runtime dan bridge components** yang dibundle dalam APK
- **Dukungan multi-arsitektur** (ARMv7, ARM64, x86_86) dalam satu APK universal
---
Kenapa Flutter Lebih Efisien?
Meskipun Flutter juga membundle engine dan ICU data, ukuran totalnya tetap lebih kecil.
Keunggulan Flutter:
- **Build split-per-ABI** bisa mengurangi ukuran jadi 18-28 MB untuk ARM64 saja
- **App Bundle (AAB) format** bisa mengurangi download size hingga 15-25 MB
- **Kompilasi native** lebih efisien tanpa JavaScript bridge
---
Catatan: Ukuran React Native Bisa Berubah
Perlu dicatat: ukuran APK React Native bisa bervariasi tergantung versi dan konfigurasi.
Satu developer melaporkan lonjakan dari 42 MB (RN 0.73.6) jadi 117 MB (RN 0.79.2) setelah upgrade. (Wow, gila banget π )
Tapi, dengan optimasi seperti:
- Proguard/R8 untuk code shrinking
- Hermes engine untuk JavaScript optimization
- Build tanpa Expo
- Split APK per arsitektur
Ukuran React Native bisa dikurangi mendekati Flutter.
---
Real Talk for Beginners
Jangan overthink ini.
Kedua framework-nya sama-sama bisa bikin app yang bagus. Yang membedahkan adalah:
- Flutter lebih kecil secara default
- React Native butuh optimasi ekstra untuk match ukuran Flutter
- Untuk app kompleks, perbedaan bisa jadi lebih kecil (atau lebih besar, tergantung)
**Saran saya:** Pilih framework yang dulu kamu nyaman belajarnya.
APK 10 MB lebih gede gak akan bikin app kamu gagal.
Yang bikin gagal adalah:
- Gak pernah shipping sama sekali
- Terlalu lama di "tutorial hell"
- Terlalu perfeksionis
(Spoiler: I'm talking to myself too π)
---
Kesimpulan
Jika ukuran aplikasi jadi prioritas utama, **Flutter punya keunggulan** dengan ukuran default lebih kecil dan opsi optimasi yang lebih konsisten.
React Native tetap bisa dioptimasi untuk ukuran kompetitif, tapi membutuhkan konfigurasi tambahan.
**Tapi pilihan framework sebaiknya gak cuma berdasarkan ukuran build.**
Pertimbangkan juga:
- Ekosistem library
- Performa
- Developer experience
- Kebutuhan spesifik proyek kamu
- Community support di Indonesia
---
Punya Pengalaman dengan Flutter atau React Native?
Aku baru mulai journey ini, jadi aku pengen dengar pengalaman kalian:
- Framework apa yang kalian pakai?
- Berapa ukuran APK kalian?
- Ada optimasi tips buat beginner?
- Yang mana kalian rekomendasi untuk pemula?
Share di komentar atau DM aku! Let's learn together. π
---
References
Data dan informasi dari:
- [Flutter App Size Documentation](https://docs.flutter.dev/perf/app-size)
- [StackOverflow Discussion](https://stackoverflow.com/questions/56405536/flutter-apk-ipa-size-vs-react-native-apk-ipa-size)
- [Flutter Size Optimization Guide](https://www.linkedin.com/pulse/complete-guide-flutter-android-app-size-optimization-rizwan-rashid-hef7f)
- [React Native GitHub Issue #51841](https://github.com/facebook/react-native/issues/51841)
- [React Native Signed APK Guide](https://reactnative.dev/docs/signed-apk-android)
---
**Tertarik belajar mobile development bareng?**
Ikuti journey saya sebagai Petroleum engineer yang belajar jadi indie dev. Saya share apa yang saya pelajari, apa yang saya bangun, dan pengalaman honest (termasuk kesalahan dan kegagalan).
Kita belajar bareng. π
Related Articles
Web Performance Optimization: A Practical Guide
Essential techniques for building fast web applications: code splitting, image optimization, and caching strategies.
App ConceptsConcept: Nook - The Anti-Doomscrolling Tamagotchi
Architecting a 'widget-first' cozy game that turns digital wellbeing into a game mechanic. No servers, just vibes and better habits.
AI ResearchGemini Pro vs Claude Opus 4.5: LMSYS Arena Comparison
An in-depth analysis comparing Google's Gemini Pro and Anthropic's Claude Opus 4.5 performance on lmarena.ai, covering benchmarks, real-world capabilities, and use case recommendations.